Posts tagged "Tahun"

Sambut Tahun Naga di Hotel Shangrila

MENYAMBUT Tahun Baru Imlek, Hotel Shangrilla punya sajian khusus dan berbeda. Selain menampilkan berbagai hiburan demi menyosong Tahun Naga, tersaji berbagai kuliner khas negeri China.

Tahun Baru China yang dikenal sebagai festival musim semi dirayakan pada bulan kedua setelah festival musim dingin. Festival musim semi merupakan salah satu dari tiga festival penting pada penanggalan China. Festival penting lainnya adalah Festival Perahu Naga dan festival pertengahan musim gugur. Kali ini, Tahun Baru China akan dirayakan pada 23 Januari 2012 yang mengawali datangnya Tahun Naga. Communications Executive Hotel Shangrila, Adwina Ami Windarti, mengatakan telah menyiapkan beragam hiburan bagi tamu, seperti dragon dan lion dance hingga kesempatan untuk memenangkan hadiah dari Wheel of Fortune.”Datangnya Tahun Naga Air dengan menyediakan hiburan bagi para tamu. Amplop angpao berwarna merah yang tergantung dari pussy willow dan ornamen naga sebagai simbol Tahun Baru ditempatkan di berbagai area hotel untuk menambahkan kemeriahan suasana festival,” jelasnya, seperti rilis yang diterima okezone, belum lama ini

Demi menambah keceriaan dalam menyonsong Imlek, pihaknya juga memberikan berbagai pilihan menu makanan di Shang Place. Shang Palace menawarkan beragam pilihan menu, antara lain set menu Gold (Rp728 ribu per orang), set menu Diamond (Rp928 ribu per orang) serta set menu Jade (Rp1,4 juta per orang) untuk makan malam. Shang Palace juga menawarkan pilihan menu all you can eat untuk makan siang, mulai harga Rp328 ribu per orang.

Ada juga hidangan yang sangat populer di Negeri Tirai Bambu, yaitu Yu Sheng. Yu Sheng adalah salad yang dihidangkan dengan ikan mentah (yu berarti “ikan” dan sheng berarti “mentah”). Ikan mentah melambangkan hidup baru, dimana kata yu juga digunakan untuk melambangkan kesejahteraan.

“Menyantap yu sheng memiliki keuningan sendiri. Pengunjung dapat berkumpul di sekitar meja dan berpartisipasi dalam mencampur yu sheng. Dengan menggunakan sumpit, pengunjung mengaduk salad dan ikan mentah bersama. Setelah salad dan ikan tercampur, tamu mengangkat kombinasi dengan menggunakan sumpit dan mengucapkan lo hei yang dapat diterjemahkan sebagai ‘untuk keberuntungan abadi’,” lanjutnya.

Untuk bisa menikmati yu sheng, Anda bisa mencicipinya, mulai 16 Januari hingga 6 Februari 2012 dengan pilihan abalone, lobster, salmon, dan tuna. Sementara di Satoo Restaurant, konsumen juga bisa merasakan suasana Tahun Baru China dalam perjalanan kuliner dengan menyajikan berbagai hidangan yang disajikan secara prasmanan pada setiap open kitchen station.

“Petualangan kuliner dapat dinikmati di jam makan malam pada Malam Tahun Baru China dengan harga Rp.488 ribu per orang dan saat brunch Tahun Baru China dengan harga Rp388 ribu per orang. Untuk memberi kesan yang menyegarkan, SATOO juga menawarkan dragon mocktail dengan harga Rp138 ribu per gelas,” tambahnya.

Untuk melengkap sajian makanan Anda, pada tahun baru imlek juga disediakan kue nian gao yang merupakan kue tradisi turun temurun masyarakat China, yang berarti menambah kesejahteraan pada tahun-tahun berikutnya, juga melambangkan keberuntungan.

Pada saat Tahun Baru, dipercaya bahwa Dewa Dapur akan datang ke setiap rumah dan mengevaluasi keluarga yang tinggal di sana. Dewa Dapur akan memberikan nilai mereka kepada Kaisar Jade di khayangan. Rasa dari Nian Gao akan merefleksikan nilai yang dilaporkan oleh Dewa Dapur. Semakin manis rasa Nian Gao, maka semakin baik nilai keluarga tersebut.

Diceritakan pula dalam legenda bahwa Nian Gao merupakan kue yang lengket mka membuat mulut Dewa Dapur tetap tertutup sehingga yang dilaporkan kepada Kaisar Jade hanyalah sebuah senyuman dari rasa manis Nian Gao. Nian Gao spesial ini tersedia dalam bingkisan eksklusif seharga Rp288 ribu per set mulai 6 Januari 2012.

  (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - January 23, 2012 at 2:28 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , ,

Menu Tahun Baru Hotel JW Marriott

Jum’at, 30 Desember 2011 16:28 wib
Johan Sompotan – Okezone

PERAYAAN Tahun Baru tinggal di depan mata. Berbagai hotel berbintang menawarkan menu andalan, sama halnya Hotel JW Marriott untuk memanjakan para konsumennya.

Mulai dari Sailendra Restaurant hingga Pearl Restaurant yang ada di Hotel JW Marriott benar-benar menyajikan semua menu terbaru miliknya. Variasi harga yang ditawarkan juga beragam.

Seperti rilis yang diterima okezone, baru-baru ini, Sailendra Restaurant menawarkan berbagai ragam makanan terlebih sajian tiram, lobster, kepiting raja Alaska yang kesemuanya disediakan masih segar sehingga saat Anda konsumsi rasa dari dagingnya pun tetap lezat. Bila bosan sajian seafood, Anda mempunyai pilihan lain yaitu iga bakar yang menggugah selera. Restoran juga menyajikan bebek pecking.

Nah, bila anggota keluarga ingin mengonsumsi makanan Jepang, Hotel JW Marriott juga mempunyai Asuka Japanese Restaurant. Keunggulan restoran ini terletak pada menu dinning food.

Terakhir, Hotel JW Marriott juga memiliki restoran Chinese yang mengarah ke daratan pelosok China. Menu makanan yang dibuat tentunya tak kalah menarik dan lezat dengan Sailendra dan Restaurant Asuka Japanese Restaurant. (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - December 30, 2011 at 10:23 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , ,

100 Tahun Lalu, Wine Selandia Baru Sudah Ada

MINUMAN wine atau anggur memang terkenal di daratan Eropa. Kini perlahan sudah mulai mendunia, namun tidak dengan wine di Selandia Baru. Ternyata wine-nya sudah ada sejak 100 tahun lalu.

“New zealand sudah memproduksi anggur lebih dari 100 tahun yang lalu. tapi baru mendunia sekira 20 tahun terakhir,” ucap Fiona Acheson, Atase Perdagangan Selandia Baru untuk Malaysia, Indonesia dan Brunei kepada okezone usai acara Taste of New Zealand di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan Kamis (24/11/2011) malam.

Diakuinya, keunggulan faktor di negaranya yang sangat bersih sehingga pihaknya sangat memperhatikan kualitas dari minuman wine yang dimilikinya.

“Anggur Selandia Baru itu tidak terlalu tajam, berbeda dengan dari Australia, atau Burgundy dari Prancis. Ini karena cuaca yang kita miliki di negara kami, jadi anggur yang kami produksi berbeda,” katanya.

Ditambahkannya, jika proses pembuatan wine-nya pun sudah mulai mengarah dengan menggunakan teknologi mesin. Meskipun, katanya, teknik tradisional tetap digunakan.

“Proses pembuatan anggur kalau zaman dulu memang lama, tapi kami sudah menggunakan teknologi modern dan tidak perlu memakan waktu lama, di mana kita tidak membuat anggur pakai kaki lagi, kita masukkan ke dalam sebuah drum untuk memporsesnya. Proses pembuatan anggur saat ini sudah menggunakan mesin,” bebernya.

Demi menjaga kualitas wine, pihaknya pun sangat memperhatikan setiap kemasan wine yang dibuatnya.

“Anggur Selandia Baru itu lebih kepada apa yang Anda inginkan. Di mana red wine lebih banyak dari Selandia baru karena bagi kami minuman wine yang baik adalah kemasannya juga baik, terlihat dari tutupnya,” tukasnya.(tty)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - November 25, 2011 at 12:49 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , ,

1 Tahun, Batas Ketahanan Wine

BANYAK yang bilang bila wine bisa bertahan lama. Nyatanya, wine hanya bisa bertahan selama satu tahun.

 
“Anggur semakin lama akan tidak enak dan makin mahal. Paling lama 1 tahun dan harus habis paling lama 5 hari kalau sudah dibuka,” kata Jeremy Blezynski selaku Marketing Executive Wine Bali saat berbincang dengan okezone di “ASEAN Plus Culinary Festival” 2011 di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.
 
Menurutnya, yang menjadikan wine tidak bertahan lama adalah faktor buah anggur yang menjadi unggulan dari wine.
 
“Buah semakin didiamkan akan busuk, makanya kalau ada yang bilang wine itu bisa bertahan lama, itu tidak benar,” paparnya.
 
Dijelaskan lagi, wine yang sudah dibuka akan mudah rusak alias rasanya berubah. “Lebih baik, pas setahun sudah dibuka. Kalau sudah dibuka harus segera diminum karena angin yang masuk bisa membuat wine jadi tidak enak dan rusak,” tambahnya.
 
Proses pembuatan wine cukup sederhana dan hanya menggunakan proses manual tanpa menggunakan bahan pengawet dan alat sedikitpun. Sementara itu, soal wine Indonesia, daerah Singaraja, Bali, menjadi sentra pembuatan wine.
 
“Karena iklimnya bagus. Di Singaraja memang sudah besar dan terkenal sebagai penghasil buah anggur, apalagi wine ini sudah ada dari 1994,” tutupnya. (ftr)(tty)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - September 21, 2011 at 5:00 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , ,

Lace dan Metalik Bakal Populer Tahun Ini

Para desainer menerjemahkan tren spring 2011 dalam pilihan warna, bahan, motif, dan tampilan keseluruhan. Gaya sporty dan metalik kembali lagi.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - March 16, 2011 at 3:01 am

Categories: Female   Tags: , , , ,

Next Page »