Tip Pilih Tahu
Sabtu, 21 Januari 2012 13:35 wib
SINDO
KANDUNGAN protein dalam tahu sudah tidak diragukan lagi. Tahu pun mudah diolah untuk dimasak menjadi berbagai variasi. Ada beberapa tip untuk memilihnya.
Panganan ini memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga mudah rusak. Solusinya beberapa pedagang memberi formalin agar tahu lebih tahan lama. Simak tips berikut untuk memilih tahu:
1. Tahu yang tidak mengandung formalin berbau tidak menyengat. Pilih tahu dengan aromanya yang khas. Tahu putih memiliki aroma khas kedelai, sedangkan tahu kuning biasanya berbau kunyit.
2. Tahu yang berformalin mempunyai sifat membal (jika ditekan terasa sangat kenyal), sedangkan tahu tak berformalin jika ditekan akan hancur dan strukturnya mudah hancur.
3. Tahu berformalin akan tahan lama, sedangkan yang tak berformalin paling hanya tahan satu-dua hari.
4. Tahu yang memakai pewarna buatan dapat ditandai dengan cara melihat penampakannya. Jika tahu memakai pewarna buatan, warnanya sangat homogen/- seragam dan penampakan mengkilap. Adapun jika memakai pewarna kunyit, warnanya cenderung lebih buram (tidak cerah). Jika kita potong tahunya, maka akan kelihatan bagian dalamnya berwarna tidak homogen/- seragam. (ftr)
Categories: Wisata Kuliner Tags: Pilih, Tahu
Tip Pilih & Bersihkan Cumi Segar
Senin, 2 Januari 2012 19:57 wib
Johan Sompotan – Okezone
ANDA penyuka olahan berbahan cumi? Sebelum diolah menjadi makanan lezat, penting untuk Anda mengetahui kiat-kiat memilih cumi. Anda harus teliti dalam memilih cumi segar. Ada banyak penjual menawarkan cumi segar, tetapi belum tentu cumi yang segar itu sangat bagus untuk Anda konsumsi. Cumi, seperti kebanyakan seafood lainnya, harus memiliki bau amis yang sangat kuat. Setelah mencium aromanya, perhatikan pula kondisi tubuhnya. Pastikan Anda tidak ragu memegangnya di mana tubuh cumi yang bagus akan bertekstur lembut. Perubahan warna cumi menandakan seafood ini sudah mulai tidak layak dikonsumsi. Warna cumi yang baik adalah ungu cerah, bila berwarna putih, pilihlah warna yang terang. Jika Anda malas membersihkan cumi di rumah, Anda harus memerhatikan cara pembersihan yang dilakukan penjualanya. Namun bila Anda tidak yakin, lakukanlah pengulangan mencuci di rumah. Proses pembersihan cumi sangat berbeda dengan membersihkan jenis makanan laut lainnya. Dalam membersihkan cumi, usahakan Anda menggunakan air yang telah diisi es batu sebab yang berfungsi menjaga suhu tubuh cumi juga mengeluarkan bakteri yang ada di cumi. Demikian seperti dilansir Ehow, Senin (2/1/2012). Bukan hanya itu, pembersihan menggunakan air juga akan memberikan kesegaran pada tekstur cumi. Kalau ada sisa cumi yang tidak Anda gunakan, sebaiknya simpan cumi di dalam lemari pendingin. Cumi beku akan memertahankan kesegarannya sampai enam bulan.(ftr)
Categories: Wisata Kuliner Tags: Bersihkan, Cumi, Pilih, Segar
Makan Kambing Pilih Daging Muda, Salah Besar!
INGIN mengonsumsi daging kambing? Tidak perlu memilih daging kambing yang terlalu muda karena rasanya juga lezat dan nikmat.
”Kalau makan daging kambing, carilah yang usianya satu tahun, jangan di bawah 5 bulan,” kata
Chef Haryo Pramoe di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Menurutnya, daging kambing muda memang empuk dan tidak mudah putus, tapi terasa kenyal saat dimakan.
“Selain kenyal, daging kambing muda pun juga belum membentuk otot dengan sempurna. Secara konsumsi kambing di bawah 5 bulan, ototnya belum sempurna dan tidak mapan,” terangnya.
Lalu, bagaimana cita rasa daging kambing tua? “Serat dagingnya lebih terlihat dan terasa saat dimakan. Kalau mau empuk, tinggal diolah saja dengan proses pengolahan daging,” tutupnya.(tty)
Pilih & Simpan Ikan Segar
UNTUK kebutuhan protein hewani yang lebih sehat, ikan adalah pilihan terbaik. Setelah memeroleh ikan segar, Anda perlu pula memerhatikan cara penyimpanannya.
Belilah ikan segar, terlebih jika ikan masih di dalam wadah dingin. Jika Anda berencana mengolah ikan untuk makan malam, pastikan Anda tahu apa yang harus dicari ketika memilih ikan.
Tempat terbaik untuk mendapatkan ikan segar adalah pasar ikan segar. Atau jika Anda tinggal di wilayah yang dekat dengan ke laut dan tempat budidaya ikan air tawar, Anda bisa memanfaatkannya untuk memilih ikan yang baru ditangkap dan dibawa langsung dari nelayan ke pasar ikan.
Jika Anda tidak bisa ke pasar ikan, cobalah mencarinya ke supermarket sedini mungkin untuk memilih dengan bebas ikan segar yang dipajang di etalase. Pastikan meminta pelayan untuk menyentuh dan mencium ikan untuk memastikan kesegarannya.
Simak trik lain ketika membeli ikan di bawah ini, seperti dikutip Ehow.
Perhatikan kondisi ikan
Ikan segar memiliki daging mengkilat dengan insang berwarna merah terang dan tidak berlendir. Mata ikan pun harus terlihat segar, terang, dan terbuka lebar untuk sebagian spesies ikan. Fillet ikan segar seharusnya tidak kering atau berwarna gelap pada daerah sekitar tepi, ikan tidak berwarna mencurigakan, ataupun basah pada bagian-bagiannya.
Bau ikan
Ikan segar memiliki bau yang ringan dan segar. Ikan seharusnya tidak memiliki bau amis yang kuat atau bau asam.
Sentuh ikan
Ikan segar harus lembut saat disentuh. Kulit harus kembali dengan mudah bila Anda menekannya.
Perlu diperhatikan, makanan laut sebaiknya disimpan dalam lemari es untuk menjaga kesegarannya dan digunakan paling lama 2 hari setelah dibeli. Jika Anda tidak akan langsung menggunakannya, bungkus ikan dengan plastik lalu segel dalam wadah kedap udara dan simpan di freezer.(ftr)
Categories: Wisata Kuliner Tags: Ikan, Pilih, Segar, Simpan
Yuk, Bijak Pilih Seafood
TIDAK hanya mengandung protein yang tinggi namun rendah kolesterol, ikan juga merupakan komoditas yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi pertumbuhan tubuh dan otak. Di antaranya, ikan berpotensi sebagai sumber gizi lain seperti vitamin A, yodium, mineral, Ca, fosfor, Mg dan kalsium.
Tapi tahukah Anda, permintaan ikan yang tinggi di Indonesia menyebabkan status sumber daya perikanan Indonesia 55 persennya overexploited (terlalu banyak diambil)? Sebesar 24 persen termasuk dalam kategori moderate exploited, sementara sisanya sebesar 21 persen bahkan belum teridentifikasi?
Mengetahui krisis tersebut, World Wide Fund for Nature (WWF) berusaha membangun kesadaran masyarakat dengan menyosialisasikan ‘Seafood Guide’. Sebuah buku saku panduan daftar spesies laut yang populasinya sudah terancam, aman, maupun semakin terbatas. Klasifikasi tersebut dibedakan menggunakan blok warna hijau, kuning dan merah yang diharapkan dapat menjadi referensi publik, dalam menentukan makanan laut apa yang masih aman dikonsumsi, dan sebaiknya dihindari. ‘Seafood Guide’ dapat didownload di www.wwf.or.id/seafoodguide atau www.panda.org.
“Kami tidak melarang penikmat seafood mengkonsumsi menu favoritnya, melainkan mengajak masyarakat semakin bijak memilih seafood agar ketersediaannya dalam jangka panjang tetap terjamin atau sustainable,” papar Devy Suradji, Direktur dan Komunikasi WWF-Indonesia pada konfrensi pers “Bijak Memilih Seafood” di restoran Ninety-Nine, Grand Indonesia East Mall, Lower Ground, Kamis (16/6/2011).
Ditambahkan Imam Musthofa, Ketua Program Perikanan WWF-Indonesia, gaya hidup sehat masyarakat saat ini justru memprihatinkan bagi perikanan Indonesia.
“Demi demand konsumen terhadap sajian seafood, ikan-ikan berukuran besar ditangkapi dan menyebabkan musnahnya rantai makanan teratas. Sehingga pada tahun 2048 mendatang, ditakutkan ikan di dunia akan habis dan yang kita makan hanyalah plankton. Kalau kita tidak peduli dari sekarang, apa jadinya anak cucu kita nanti,” sahutnya dijumpai di kesempatan yang sama.
Untuk mengetahui apakah sajian seafood yang kita konsumsi sustainable, WWF mengajak masyarakat untuk mengadaptasi kebiasaan bertanya; ikan apa, dari daerah mana, dan bagaimana cara menangkapnya, untuk kemudian melihat panduan di ‘Seafood Guide’. Dengan begitu, semakin sadar bahwa populasi seafood tersebut langka (atau berada di blok merah), masyarakat dapat berhenti memesannya dan membantunya naik ke tingkat blok kuning atau bahkan hijau.
“Cara bijak lainnya ialah tidak mengkonsumsi ikan yang hampir punah dan masih anak-anak, setidaknya biarkan dia bertelur 1 kali agar sustainable. Kemudian menghindari ikan yang ditangkap dengan cara yang tidak aman yakni dengan bom atau potasium,” jelas Imam.Untuk ikut berpartisipasi dengan kampanye “Bijak Memilih Seafood” WWF mengundang Anda mengunjungi Central Park, Jakarta pada tanggal 18-27 Juni 2011. Disana, WWF menggelar rangkaian acara interaktiv diantaranya kuis ‘Seafood Guide’, pemaran foto esai, story telling, games edukasi lingkungan untuk anak-anak, serta pertunjukan dari Jamaica Cafe dan 3 in 1.(uky)
Categories: Wisata Kuliner Tags: Bijak, Pilih, Seafood






