Cokelat Valentine Manis & Menyehatkan
HARI Valentine identik dengan coklat. Makanan favorit semua kalangan usia umur ini ternyata bermafaat untuk mencegah kanker.
Coklat diperkirakan sudah dikenal manusia sejak 1.000 bahkan 1.400 tahun Sebelum Masehi. Bangsa Olmec, Meksiko, memanfaatkan coklat sebagai minuman.
Sejumlah catatan sejarah juga mengatakan, suku Indian Maya menikmati coklat sebagai minuman pahit. Berkat perkembangan teknologi, coklat mulai berubah warna, seperti kini kita mengenal ada coklat putih.
Coklat digunakan menjadi berbagai bahan makanan, sebagai minuman, selai, dan permen. Rasa coklat tidak lagi pahit. tapi manis dengan penambahan gula. Orang juga menambahkan berbagai rasa ke dalam campuran coklat sehingga menghasilkan paduan rasa yang istimewa. Cara pengolahan coklat semakin berkembang.
Untuk membuat permen, coklat batangan harus dilelehkan. Melelehkan coklat dengan cara langsung dipanasi di atas api, bisa merusak rasa. Cara ini juga akan menggagalkan pembuatan permen.
Yang benar adalah dengan melelehkan coklat di dalam mangkuk baja. Mangkuk berisi coklat ditumpangkan di atas air panas. Uap panas akan melelehkan coklat secara perlahan. Cara ini akan menghasilkan lelehan coklat yang sempurna. Kalau sudah leleh, coklat siap dibentuk sesuka hati.
Berikut ini adalah cara pembuatan coklat isi. Lelehan coklat dituangkan ke dalam cetakan lalu dibekukan di dalam lemari pendingin. Setelah itu, coklat diisi coklat cair dengan rasa buah. Coklat kembali dibekukan supaya bisa ditutup lapisan coklat. Setelah beku, tutup dengan coklat supaya coklat cair tidak tumpah. Proses pendinginan terakhir memakan waktu agak lama karena lapisan coklat bawah harus benar-benar beku dan keras.
Adalah Yuliana, salah seorang pengusaha industri rumahan coklat. Ia memulai usahanya sejak 2009 lalu. Ibu tiga anak ini berusaha mengikuti tren pasar, misalnya dengan membuat gambar di atas coklat yang bisa dimakan.
Selain itu, momen Valentine menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Permen-permen coklat edisi khusus dijualnya dari harga Rp5.000-Rp25 ribu, semua bisa ludes dalam waktu singkat.
Di balik kenikmatannya, coklat menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan. Senyawa alkaloid yang terkandung di dalamnya bisa memberikan efek segar bagi tubuh.
Perasaan tenang dan rileks setelah makan coklat didapat dari senyawa serotanin yang terkandung dalam coklat. Ini adalah antidepresan yang membuat penikmat coklat tidak mudah stres. Coklat juga aman dikonsumsi semua usia karena memiliki lemak nabati.
Wajar saja kalau coklat menjadi ikon hari kasih sayang di mana manusia diajak untuk saling menghargai satu sama lain. Ungkapan kasih sayang sudah seharusnya diungkapkan tanpa pandang bulu. Kasih sayang adalah bahasa universal untuk saling memahami. (ftr)







