Wouw! Meskpun Masih Belia, 5 Bocah Ini Sukses Jadi Koki Cilik Ternama

Senin, 22/09/2014 19:07 WIB

Fitria Rahmadianti – detikFood

Index Artikel Ini   Klik “Next” untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »  
Jakarta – Jangan remehkan kemampuan anak-anak. Jangan-jangan, mereka bisa membuat hidangan yang lebih enak daripada Anda. Contohnya kelima koki cilik asal Amerika Serikat dan Skotlandia ini.

Meski belia, mereka sudah menulis buku resep, memiliki acara TV, bahkan membuka usaha tempat makan sendiri. Beberapa koki cilik sudah tumbuh menjadi remaja, namun sebagian lagi masih sangat muda.

3

Posted by Kuliner - September 23, 2014 at 1:28 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , , , , , ,

Kalau Ingin Cepat Langsing Seringlah Makan Sup dan Ngemil Buah

Senin, 22/09/2014 20:03 WIB

Lusiana Mustinda – detikFood

Index Artikel Ini   Klik “Next” untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »  
Jakarta – Untuk mendapatkan tubuh yang ramping dan ideal ternyata tak sulit. Selain berolahraga, perhatikan juga menu harian Anda. Mengonsumsi sayur dan buah secara rutin dan mengurangi konsumsi garam ternyata dapat mempercepat penurunan berat badan.

Beberapa bahan makanan ini juga baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan secara optimal.

3

Posted by Kuliner - September 22, 2014 at 10:56 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , , , ,

Apa Benar Alkohol Menguap Tak Bersisa Saat Dimasak?

Senin, 22/09/2014 19:30 WIB

Fitria Rahmadianti – detikFood

Index Artikel Ini   Klik “Next” untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »  
Jakarta – Alkohol yang dimasak konon akan menguap, sehingga yang tersisa tinggal rasanya. Karena itu, sebagian kaum muslim menganggap makanan tersebut relatif aman dikonsumsi. Hidangan yang biasanya menggunakan alkohol adalah coq au vin, fruit cake, hidangan flambe, dan teppanyaki.

Ya, alkohol memang mendidih pada suhu yang lebih rendah (78-86 C) daripada air (100 C). Makanya alkohol menguap, tapi tidak sampai habis. Jumlah alkohol yang tersisa dalam makanan bervariasi, tergantung cara, suhu, dan lama memasaknya.

3

Posted by Kuliner -  at 8:23 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , ,

Chef Indonesia Akan Buat Rendang dengan Oven dan Kolak Instan di Jerman

Senin, 22/09/2014 17:16 WIB

Fitria Rahmadianti – detikFood

Para undangan yang hadir di konferensi pers Pameran Buku Frankfurt 2015 di Miele House Jakarta. Kiri-kanan: Budi Kurniawan (asisten William Wongso), William Wongso (pakar kuliner Indonesia), Petty Elliott (chef hidangan Indonesia modern), Claudia Kaiser (Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Pameran Buku Frankfurt), Thomas Mayrhofer (General Manager Sari Pan Pacific Jakarta), Wiendu Nuryanti (Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bidang kebudayaan), Christel Mahnke (Kepala Bagian Informasi & Perpustakaan Wilayah Asia Tenggara/Australia/Selandia Baru Goethe Institut), Sandra Djohan (pemilik restoran Epilogue), dan Kestity Pringgoharjono (Direktur Eksekutif Yayasan Lontar).

Chef Indonesia Akan Buat Rendang dengan Oven dan Kolak Instan di Jerman


Posted by Kuliner -  at 5:50 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , , , , , ,

Nutrisi Ikan Lebih Optimal Diserap Otak Jika Ikan Dipanggang

Ikan dikenal kaya akan asam lemak omega 3. Namun, menyantap ikan tak harus dalam keadaan segar. Karena sebuah tim peneliti justru menemukan jika ikan diolah benar nutrisinya lebih maksimal.

Studi terbaru dari Penn State University menemukan orang yang mengonsumsi ikan dengan cara dipanggang atau broiled mempunyai otak lebih sehat. Dibandingkan mereka yang mengonsumsi ikan goreng dan tidak mengonsumsi ikan sama sekali. Kesehatan otak diukur dari volume grey matter yaitu komponen penting dalam sistem syaraf pusat.

Dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi ikan sama sekali, orang yang mengonsumsi ikan panggang memiliki 14 persen volume grey matter lebih besar di area otak bertanggung jawab untuk kognitif dan 4 % volume di area yang mengendalikan memori. Sementara yang makan ikan digoreng volume grey matternya hampir sama dengan yang tidak mengonsumsi ikan.

Dari hasil studi tersebut, tim peneliti mengungkapkan beberapa faktor. Tipe ikan yang biasa dipanggang adalah salmon dan makarel kaya akan asam lemak omega 3 yang bisa melindungi daya ingat dan penurunan kognitif.

“Ikan juga mempunyai antioksidan utama seperti vitamin C dan E yang bekerja dengan omega 3 untuk kesehatan otak yang lebih baik, tapi temperatur tinggi saat memasak merusak omega 3 dan nutrisi lainnya,” tutur Cyrus Raji, M.D., Ph.D. selaku kepala peneliti.

Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa konsumsi ikan goreng tidak sesehat olahan ikan lainnya. Raji menegaskan jenis ikan yang banyak digoreng seperti kod tidak mempunyai kandungan omega-3 dan antioksidan terlalu tinggi.

Tim peneliti sampai saat ini masih belum mengetahui efek konsumsi ikan yang dibakar. Mengingat banyaknya gaya bakaran yang saat ini dipakai masyarakat mulai dari pengasapan hingga dibakar diatas arang sehingga hasil yang konsisten susah didapat. Hasil studi ini dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine.

(odi/dni)

Posted by Kuliner -  at 3:18 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , , , ,

Next Page »