Menyimpan Jamur Agar Tak Mudah Busuk

Kamis, 5 Juli 2012 20:35 wib
Johan Sompotan – Okezone

JAMUR menjadi bahan makanan yang kerap digunakan lantaran teksturnya yang kenyal, meskipun rasanya agak tawar. Ternyata, mengolah jamur memberlukan teknik khusus karena jamur cenderung sensitif.

Jamur bisa didapatkan di pasar tradisional maupun supermarket. Setelah dibeli, segera simpan di dalam lemari es, termasuk ketika kelebihan memakainya. Penyimpanan di lemari es memungkinkan jamur tahan selama sepekan.

Sebelum disimpan, ada baiknya jamur dimasukkan ke kantong kertas cokelat. Simpan jamur di rak paling bawah, kemudian ambil kain bersih sebagai alas penyimpanan agar jamur bisa “bernafas” dan tidak lembab.

Tips lainnya, jamur tidak boleh dicuci sebelum disimpan karena akan membuatnya lembab dan mudah busuk. Cukup bersihkan jamur dengan cara dilap menggunakan kain basah, seperti dilansir Timesofindia.Jamur juga bisa dibekukan dalam keadaan mentah dan lakukan pencairan sebelum digunakan. Rendam bungkusan jamur dalam air biasa, jamur pun bisa segera diolah menjadi sup atau menu-menu lainnya. Jamur yang telah ditumis juga bisa dibekukan dan disimpan dalam wadah kedap udara, ketahanannya bisa mencapai satu bulan.

Sementara untuk proses memasaknya, agar rasa dan tekstur jamur bisa dipertahankan, maka cukup empat hingga lima menit. Metode yang biasa digunakan dalam menumis jamur, adalah iris jamur terlebih dahulu. Panaskan wajan lalu beri mentega. Tunggu hingga meleleh lalu masukkan irisan jamur, tumis dengan api sedang selama tiga menit sambil diaduk dan berubah warna cokelat keemasan. (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - July 6, 2012 at 4:32 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , ,

Kehabisan Sabun Pencuci Piring? Ini Tiga Penggantinya!

Rabu, 4 Juli 2012 13:30 wib
Johan Sompotan – Okezone

MENCUCI piring, terlihat sederhana tetapi banyak juga orang yang menganggap sebaliknya. Apapun, melakoni aktivitas dapur satu ini juga memerlukan trik. Kehabisan sabun pencuci piring saat membutuhkannya? Tenang, beberapa bahan alami bisa menjadi pengganti. Berikut ini, seperti dikutip dari Boldsky: Cuka putih Bahan satu ini menjadi pembersih alami yang sangat bermanfaat untuk mencuci piring. Untuk memanfaatkannya, Anda hanya membutuhkan cuka putih, kain bersih, baking soda, dan botol semprot. Gunakan campuran baking soda dan cuka putih untuk membuat peralatan stainless steel kembali bersinar. Caranya, semprotkan campuran tersebut pada peralatan stainless steel. Setelah itu, ambil kain bersih dan gosok dengan gerakan melingkar. Minyak zaitun Mencuci peralatan makan dan masak stainless steel juga bisa dengan minyak zaitun. Minyak zaitun diyakini merupuakan pembersih alami yang dapat membantu membersihkan peralatan. Siapkan minyak zaitun, cuka putih dan, kain pembersih. Caranya, ambil dua potong kain, taruh cuka pada satu kain, dan minyak zaitun pada kain yang lain. Bersihkan piring dengan kain minyak zaitun kemudian usap dengan kain cuka, biarkan peralatan kering selama beberapa waktu. Hasilnya, Anda akan melihat bercak-bercak kotoran menghilang. Baby oil Alternatif lain, Anda bisa memakai baby oil. Siapkan baby oil, cuka, air, dan kain. Masukkan baby oil, cuka, dan air ke dalam botol semprot kemudian semprotkan ke piring dan peralatan makan stainless lainnya lalu gosokkan dengan kain bersih.  (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - July 4, 2012 at 1:56 pm

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , ,

Invasi Roti Bagel Khas New York Sampai ke Ibu Kota

ROTI bagel khas Kota New York sedang menyerbu para pencinta kuliner di Ibu Kota. Bedanya, kue yang biasa disantap saat sarapan itu diracik lebih lembut dan empuk, sesuai lidah masyarakat Indonesia.

Bentuk roti ini bulat besar dengan lubang di tengahnya. Sekilas mirip donat, tetapi saat dicicipi rasanya sama sekali berbeda. Dalam peracikannya, bagel tidak menggunakan telur dan mentega. Jika donat digoreng, bagel direbus dulu baru dipanggang di oven. Inilah yang membuat tekstur bagel kering dan renyah pada kulit luarnya, namun liat di bagian dalamnya.

Menilik sejarahnya, roti bagel berasal dari Eropa Timur dan kemungkinan besar berasal dari Polandia. Meski begitu, roti ini populer sebagai makanan khas New York dan negara bagian Amerika Serikat lainnya, seperti San Fransisco, setelah para imigran membawanya ke sana. Saking terkenalnya di New York, bagel menjadi identitas lambang Kota New York. Rasanya belum lengkap ke sana bila belum mencicipi bagel.

Biasanya, kalangan pekerja yang tak punya banyak waktu pada pagi hari,menyantap bagel dengan cara mengoleskan krim keju di atasnya, ditemani dengan secangkir kopi. Sering juga dihidangkan bersama sup atau dapat juga dinikmati sebagai sandwich.

Setelah dibawa para imigran ke New York, bagel pun kini “melancong” ke Indonesia, tepatnya sekitar setahun yang lalu. Dengan cepat bagel mulai “membius” para pencinta kuliner di Ibu Kota. Contohnya Ria Miranda, 26. Wanita yang berprofesi sebagai desainer baju muslim tersebut kepincut bagel karena dikenalkan oleh sahabat-sahabatnya.

Dia semakin penasaran dengan bagel saat menonton tayangannya di sebuah stasiun televisi. Saat pertama mencicipi, Ria langsung jatuh hati dan seketika itu juga menjadi salah satu kue favoritnya.

“Biasanya dimakan buat camilan pada sore hari. Sebab, roti ini enaknya kalau dimakan saat itu juga, enggak disimpan terlalu lama,” katanya saat ditemui di gerai Bagel Bagel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Saat ditanya, bagel rasa apa yang dia suka, Ria menyebut bagel dengan tambahan chocolate spread dan philly cheese steak jenis sandwich adalah dua jenis yang paling menggugah selera.

“Rencananya saya juga mau buka toko bagel karena di dekat rumah belum ada. Tetapi tidak dalam waktu dekat, mau lihat-lihat dulu,” ujarnya.

Memang, keberadaan toko kue penjual bagel di Jakarta masih terbatas. Dahulu, bagel hanya disediakan di hotel-hotel bintang lima. Kini, seiring semakin meroketnya popularitas roti ini, mulai muncullah kedai-kedai khusus penjual bagel.

Salah satunya dan mungkin yang pertama buka adalah Gerai Bagel Bagel di Jalan Benda Raya, Kemang. Gerai ini dimiliki oleh empat karib, yaitu Fathia Syarief, model, dan presenter Sari Nila, Lina, dan Brenda. Mereka mengadopsi cita rasa dan suasana autentik khas New York.

“Pemilik kedai kami memang pernah lama tinggal di New York. Akhirnya mereka kepikiran untuk membuatnya di sini karena yang menjual bagel di Jakarta belum ada,” cerita Ahmad Syaukani, Executive Baker Chef Bagel Bagel.

Kani, panggilan akrab Ahmad Syaukani mengatakan, Bagel Bagel buka sejak 8 Juni 2011. Yang menarik, meski di negara asalnya bagel biasa disantap saat makan pagi,penggemar bagel di Tanah Air ternyata punya kebiasaan berbeda. Bagel hanya dijadikan makanan selingan untuk mengisi perut pada waktu santai sore hari. Sementara yang jenis sandwich bahkan dijadikan menu makan siang.

“Ini karena bagel sandwich bentuknya lumayan besar dan mengenyangkan,” ujar dia.

Pengunjung yang datang ke tempatnya, ujar Kani, didominasi oleh warga lokal yang pernah tinggal di luar negeri. Ini tentu menghapus rindu mereka untuk menikmati bagel. Banyak juga para ekspatriat yang mendatangi Bagel Bagel.

Sejak pertama kali dibuka, gerai ini memang kebanjiran peminat. Karena itulah, kedai kue ini sempat pindah tempat yang lebih luas meski berada di jalan yang sama. Untuk memenuhi selera masyarakat, bagel yang diproduksi di sini disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Roti bagel yang awalnya keras saat gigitan pertama, dibuat lebih lembut dan renyah.

“Awalnya orang bule yang beli sempat protes karena tidak keras. Namun, mereka tetap suka dan beli karena rasanya enak, sama dengan aslinya,” tutur Kani.

Selain cita rasa klasik,sejumlah kreasi bagel juga disuguhkan di sini. Bagel Bagel menawarkan 10 macam rasa.Selain bagel plain (tawar), bisa ditemukan pula bagel rasa keju, onion, poppy-seed, sesame seed, cranberry, cinnamon raisin, chocolate chip, dan whole wheat. Ada juga bagel dengan nama everything yang memadukan beberapa rasa dalam satu potong bagel. Bagi yang ingin menambahkan olesan lainnya, terdapat tambahan topping dengan cream cheese, butter, chocolate spread, atau blueberry jam.

“Kami juga menyediakan bagel mini untuk anak-anak. Ada juga fasilitas delivery ke seluruh Jakarta,” imbuh Kani.

Tempat lain yang menyediakan bagel adalah House of Bagel & Pretzel yang baru buka pada Kamis (27/6). Lagi-lagi, tempat ini dibuat untuk menyalurkan rasa kangen mahasiswa-mahasiswa Indonesia dan karyawan yang pernah tinggal di negeri orang.

“Kami percaya bagel bisa diterima masyarakat karena rasanya sudah pasti cocok di lidah dan masuk ke semua kalangan,” kata Rolla Aviolla Ibrahim, salah seorang pemilik House of Bagel & Pretzel.

Bersama Rian Assaaf dan Natalia Dwi, Rolla memulai bisnis bagel dengan kepercayaan diri dan kematangan konsep. Beda dengan Bagel Bagel, konsep House of Bagel & Pretzel lebih mengarah pada kafe mungil di San Fransisco dengan ruangan yang lebih luas dan jumlah tempat duduk yang lebih banyak.

“Kalau di New York kebanyakan take away sehingga kedainya lebih kecil dan berada di pinggir jalan,”kata Rian.

Menu andalan di gerai bagel yang berlokasi di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan, ini di antaranya soup bagel, bagel sandwich mexicana, bagel sandwich tuna mania, dan bagel sandwich salmon strike. Seperti namanya, tempat ini juga menyuguhkan pretzel, yaitu sejenis roti berbentuk seperti mahkota.

Selain dua gerai di atas, pendatang baru lain yang juga memperkenalkan bagel di Jakarta adalah Delico Bagel. Gerai Delico khusus menjual bagel untuk dibawa pulang. Gerai ini berada di Plaza Senayan dan Plaza Indonesia. (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - July 3, 2012 at 4:28 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , , , ,

Tebaran Bagel di Seluruh Dunia

MENILIK sejarahnya, roti bagel berasal dari Eropa Timur dan kemungkinan besar berasal dari Polandia. Apa saja jenisnya dari berbagai dunia?

Meski begitu, roti ini populer sebagai makanan khas New York dan negara bagian Amerika Serikat lainnya, seperti San Fransisco, setelah para imigran membawanya ke sana. Saking terkenalnya di New York, bagel menjadi identitas lambang Kota New York. Rasanya belum lengkap ke sana bila belum mencicipi bagel.Rusia

Di Rusia, bagel tampilannya agak lebih besar, memiliki lubang yang lebih luas, dan lebih kering. Rasanya lebih lunak dan mengkilap.

Finlandia

Di sini, bagel sering dimakan untuk sarapan pagi. Bagel dipanggang dengan olesan mentega. Beberapa jenis bagel banyak dijumpai di supermarket, ada rasa manis dan gurih.

Austria

Di beberapa bagian Austria, kue bagel dijual dalam beberapa minggu sebelum Paskah. Adonan bagel biasanya menggunakan gandum yeasted dan dibumbui dengan jintan. Setelah itu direbus sebelum dipanggang. Bagel yang dihasilkan lebih renyah dan dapat disimpan selama berminggu-minggu.

Inggris

Bagel populer di beberapa tempat, seperti London, Brighton, Leeds, Belfast, Manchester, dan Newcastle. Roti bagel populer dibawa pulang (take away) bagi kebanyakan orang Inggris.

Rumania

Bageldi Rumania populer dengan biji wijen opium atau biji-bijian garam besar, terutama di daerah tengah negara itu. Resep asli tidak mengandung pemanis tambahan dan diberi nama covrigi.

Turki

Roti bagel dengan rasa asin dan berlemak di Turki disebut ACMA. Bentuknya cincin dengan taburan wijen.

Lithuania

Disebut dengan baronkos atau riestainiai adalah adaptasi warga Lithuania dengan diameter lubang bagel yang lebih besar. Adonannya menggunakan margarin, bukan minyak. (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner -  at 1:53 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , ,

Dapur Bisa Bersih? Mudah Saja Kok!

Minggu, 1 Juli 2012 20:30 wib
Johan Sompotan – Okezone

MEMBERSIHKAN dapur bakal menjadi pekerjaan yang menyita energi dan waktu bila tidak diterapkan taktik-taktiknya. Saat dapur sudah bersih, Anda tentu dapat kembali menyajikan menu lezat sekaligus higienis. Berpikir bahwa membersihkan dapur adalah pekerjaan yang sulit? Anda mungkin tidak melakukan beberapa langkah ini, berikut seperti diulas Timesofindia: 1. Mulailah membersihkan bagian dapur yang Anda anggap paling mudah. Taruh kembali barang-barang yang biasa digunakan sehari-hari agar tidak kerepotan mencari saat diperlukan. 2. Lakukan pembersihan kompor gas maupun oven di malam hari seusai semua masakan sudah dibuat. Pastikan semua kotoran dan noda akibat percikan minyak atau yang lainnya dihilangkan. 3. Membersihkan lemari es merupakan pekerjaan melelahkan. Lakukan dengan cara memeriksa sisa makanan dalam kulkas yang mungkin bisa dibuang. Cari tahu kondisi saus botolan yang sudah mulai kosong, selanjutnya angkat rak lemari es. Bersihkan pula bagian luar kulkas dengan kain lembut. 4. Pastikan wastafel Anda bebas dari tumpukan piring, gelas, wajan, dan sebagainya usai dipakai. Karena itu akan membuat Anda mudah membersihkan wastafel, kemudian gosok noda yang menempel. 5. Terakhir, bersihkan lantai dapur. Buang semua kotoran di lantai. Setelah itu, Anda sapu dan jangan lupa dipel untuk mendapatkan hasil yang mengkilau. (ftr)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Kuliner - July 2, 2012 at 5:19 am

Categories: Wisata Kuliner   Tags: , , , ,

Next Page »